Siapkan perbekalanmu, kenyangkan rasa ingin tahumu!

Jaga Kesejahteraan Psikologis Sebelum Terjun ke Dunia Kerja

Sebagai mahasiswa yang dalam perjalanan membangun karir, DC Buddies pastinya sering mendengar istilah-istilah seperti burn-out, stres, dan juga istilah seperti work-life balance dari para senior, kerabat terdekat, maupun orang tua sendiri! Iya nggak, sih?

Tetapi, pada kenyataannya, banyak dari kita yang belum benar-benar familiar dengan istilah yang disebutkan tadi karena belum terjun langsung untuk bekerja secara full-time. Sehingga, kita mungkin belum memahami bahwa keadaan-keadaan pada istilah tersebut dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis seseorang. Agar lebih siap menghadapi dunia kerja, yuk kita pelajari faktor-faktor yang memengaruhi kesejahteraan psikologis serta pentingnya menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi!

Jadi, Kesejahteraan Psikologis itu apa, sih?

Khususnya bagi pekerja, kesejahteraan psikologis bukan hanya soal gaji tinggi atau jabatan bergengsi, tetapi lebih pada bagaimana kita bisa merasa nyaman, termotivasi, dan tetap sehat secara mental saat bekerja. Terdapat enam dimensi dari kesejahteraan psikologis, yakni:

  • Penerimaan Diri

Ketika seseorang mampu bersikap positif terhadap dirinya sendiri karena ia mampu memahami dan menghargai keadaan dirinya sebagaimana adanya, serta merasa puas dengan berbagai kualitas yang dimilikinya.

  • Hubungan Positif dengan Orang Lain

Seseorang mampu membangun hubungan yang hangat dan penuh kepercayaan dengan orang lain serta memiliki rasa peduli terhadap orang lain dengan perasaan terbuka.

  • Otonomi

Seseorang memiliki keyakinan akan kemampuan untuk menentukan nasibnya sendiri secara mandiri. Misalnya, ia mampu mengevaluasi dirinya sendiri berdasarkan nilai dalam dirinya, atau bisa mengambil keputusan tanpa tekanan eksternal.

  • Penguasaan Lingkungan

Individu mampu memanfaatkan kesempatan yang ada dalam lingkungan sesuai dengan kebutuhannya. Ia juga mampu menyesuaikan diri dengan perubahan dan tantangan yang muncul di setiap aktivitas atau pekerjaannya.

  • Tujuan Hidup

Seseorang memiliki keyakinan bahwa terdapat tujuan dan makna dari apa yang dilakukannya di kehidupannya, sehingga ia memiliki arah dan makna dalam pekerjaan yang dijalani.

  • Perkembangan Diri

Individu mampu mengembangkan potensi diri secara terus-menerus. Misalnya dengan belajar, menambah soft skill, atau menantang diri dengan hal-hal yang baru.

Lalu, Faktor-Faktor yang Bisa Memengaruhi Kesejahteraan Psikologis tuh apa aja?

Banyak faktor yang dapat memengaruhi kesejahteraan psikologis, seperti misalnya:

  • Beban Kerja yang Berlebihan

Semakin tinggi tuntutan kerja, semakin besar risiko stres dan kelelahan mental. Hal ini dibuktikan dalam sebuah penelitian yang menunjukkan bahwa beban kerja yang tinggi tanpa keseimbangan dapat menyebabkan burnout.

  • Dukungan Sosial dari Rekan Kerja dan Atasan

Memiliki lingkungan kerja yang suportif juga dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan kepuasan kerja. Hayo, DC Buddies punya berapa banyak support system nih, kira-kira?

  • Otonomi dalam Bekerja

Pekerja yang diberikan kebebasan dalam mengambil keputusan akan merasa lebih puas dengan pekerjaannya dibandingkan yang selalu dikontrol ketat oleh atasan. Setuju nggak, DC Buddies?

  • Keamanan Kerja

Ketidakpastian dalam pekerjaan, seperti kontrak jangka pendek atau ancaman PHK, bisa menyebabkan kecemasan dan stres berkepanjangan bagi para pekerja.

  • Penghargaan yang Layak

Gaji dan apresiasi dari atasan bukan sekadar soal uang, tetapi juga sebagai bentuk pengakuan terhadap usaha yang telah diberikan. Kalau usaha nggak sepadan dengan hasil, pasti kesal kan, DC Buddies?

Pentingnya Work-Life Balance, termasuk buat DC Buddies!

Meskipun masih menjadi mahasiswa, penting lho, buat punya kesadaran tentang work-life balance supaya kamu tetap bisa berprogres membangun karir. Emangnya bisa? jawabannya, bisa banget! Caranya:

  • Tahu Kapan Harus Bilang “Cukup”

Jika kamu sudah merasa kewalahan dengan tugas-tugasmu, coba kurangi beban tersebut dengan mengatur ulang jadwal atau meminta bantuan dari kerabat terdekat agar lebih mudah diselesaikan.

  • Punya Waktu Buat diri Sendiri

Jangan sampai kamu tenggelam dalam kesibukanmu sendirian ya, DC Buddies! Pastikan kamu tetap punya cukup waktu untuk bersosialisasi dengan orang sekitar. Me-time seperti nonton film, main game, atau sekadar rebahan dengan waktu yang cukup juga penting untuk menjaga kesehatan mental.

  • Mempelajari Teknik-Teknik Mengelola Stres

Agar kamu bisa mengatasi perasaan stres ketika pekerjaanmu menumpuk, kamu perlu mengetahui teknik apa yang cocok untuk mengelola stres yang kamu alami. Misalnya dengan journaling, berjalan kaki, makan seblak, dan lain sebagainya!

Yuk, Mulai strategi-strategi di atas biar kamu bisa terus termotivasi untuk membangun karir kedepannya!

Referensi:

  • Bakker, A. B., & Demerouti, E. (2017). Job Demands–Resources Theory: Taking Stock and Looking Forward.Journal of Occupational Health Psychology, 22(3), 273–285
  • Deci, E. L., & Ryan, R. M. (2000). The “What” and “Why” of Goal Pursuits: Human Needs and the Self-Determination of Behavior.Psychological Inquiry, 11(4), 227–268.
  • Pedhu, Y. (2022). Kesejahteraan psikologis dalam hidup membiara.Jurnal Konseling dan Pendidikan,10(1), 65-78.
  • Rahmawati, F. (2022). Manajemen waktu dan stres akademik pada mahasiswa.Psikobuletin, 10(3), 21-30.

TAGS

CATEGORIES

Artikel

No responses yet

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *