Hidup di Dunia Tanpa Wajah: Mengenal Prosopagnosia Lewat Novel "Pelik" Karya Ary Nilandari
Apa yang DC Buddies bayangkan ketika mendengar tentang prosopagnosia? Mungkinkah DC Buddies akan berpikir bahwa itu adalah sejenis penyakit menular yang disebarkan melalui virus dan bakteri? Atau justru DC Buddies baru pertama kali mendengar kata itu? No worries, DC Buddies, kalian akan mendapatkan penjelasan singkatnya dan juga ulasan sederhana dari novel “Pelik” dalam artikel berikut. Simak selengkapnya ya, DC Buddies!
Prosopagnosia atau dikenal juga sebagai face blindness adalah kondisi ketika seseorang tidak mampu memproses informasi mengenai wajah manusia, mereka tidak dapat mengenali wajah anggota keluarga, teman, orang terkasih, bahkan wajah mereka sendiri. Sesuai dengan namanya, seseorang dengan face blindness hanya mengalami kebutaan wajah, yang berarti ia masih dapat memproses informasi mengenai objek apapun di sekitarnya selain wajah manusia. Prosopagnosia terjadi karena perkembangan sistem saraf fusiform gyrus mengalami masalah, bukan karena adanya gangguan penglihatan. Berdasarkan penyebabnya, prosopagnosia dibedakan menjadi dua jenis:
- Prosopagnosia kongenital (developmental prosopagnosia), yaitu jenis prosopagnosia yang terjadi karena faktor keturunan. Kondisi ini dapat dialami oleh orang dengan anggota keluarga yang juga memiliki prosopagnosia. Di samping itu, individu dengan kelainan genetik yang menyerang fungsi saraf seperti sindrom turner, gangguan spektrum autisme, atau sindrom williams memiliki risiko lebih tinggi mengalami prosopagnosia.
- Prosopagnosia yang didapat (acquired prosopagnosia), mereka dengan kondisi ini mulanya dapat mengenali wajah manusia, namun terjadinya cedera atau penyakit pada otak menyebabkan kemampuan tersebut hilang, misalnya alzheimer, stroke, dan lain sebagainya.
Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, DC Buddies, karena penyandang prosopagnosia hanya mengalami kebutaan wajah, biasanya anggota keluarga atau orang-orang terdekat akan membantu menyesuaikan diri dengan menggunakan atribut tertentu yang menjadi ciri khas agar dapat dikenali. Dengan mengingat nada suara seseorang memang cukup membantu para penyandang prosopagnosia untuk dapat mengidentifikasi siapa yang sedang berinteraksi dengan mereka. Namun tanpa atribut khas yang melekat dan mudah dikenali, akan menjadi tugas sulit untuk mengetahui siapa yang menjadi lawan bicara mereka. Hal ini jugalah yang dialami oleh Rayn dalam novel “Pelik” karangan penulis jenius, Ary Nilandari.
Dalam novel tersebut, Beliau dengan teliti menggambarkan bagaimana kondisi Rayn serta berbagai bentuk adaptasi yang dilakukan oleh kedua orangtuanya agar Rayn tetap bisa menjalani hidup sebagaimana anak-anak pada umumnya. Misalnya saja yang dilakukan oleh Mami Kiara dan suaminya, kedua orangtua Rayn itu digambarkan dalam novel selalu memakai busana yang didominasi warna indigo serta menyematkan aksesoris dan parfum beraroma bunga mawar dalam melengkapi penampilan mereka. Selain itu, mereka juga akan berbicara lebih dulu untuk memastikan Rayn dapat segera mengenali mereka sebagai orangtuanya. Sementara untuk Ardi –sahabat Rayn–, agar dapat dikenali, ia akan menyebutkan kata kunci berupa gabungan namanya dengan cara yang unik. Belakangan, Rayn juga memiliki cara untuk mengenali Megan, yaitu melalui kacamata yang selalu digunakan oleh Megan dan wangi beraroma bedak bayinya yang khas. FYI, DC Buddies, kacamata itu akan langsung dikenali sebagai ciri khas Megan karena ada detail kecil yang hanya akan DC Buddies tahu setelah membaca novelnya!
Eitts, DC Buddies jangan khawatir! Novel ini nggak hanya membahas tentang prosopagnosia atau face blindness,lho. Di dalam novel ini, DC Buddies akan menemukan banyak pelajaran berharga yang sayang untuk dilewatkan. Seperti cinta kasih orang tua yang selalu ditunjukkan oleh mama dan papa Rayn dalam setiap keputusan yang mereka buat, persahabatan yang solid antara Rayn dan Ardi, juga berbagai persoalan rumit yang sering terjadi di kalangan remaja, DC Buddies! Dengan gaya bahasa dan alurnya yang ringan dan mudah dipahami, serta humor cerdas yang banyak diselipkan dalam novel ini, pastinya membuat DC Buddies gak akan bosan untuk mengikuti jalan cerita.
Gimana, DC Buddies? Tertarik untuk baca kePelikan kisah Rayn dan dua sahabatnya? Bagi DC Buddies penggemar fiksi bergenre teen lit, novel ini cocok banget dibaca untuk mengisi waktu libur kalian. Psssttt, novel karangan Ary Nilandari ini merupakan satu dari sekian novel bergenre teen lit yang gak menye-menye, DC Buddies. Jadi tunggu apa lagi? Selamat membaca 😉
Referensi
- Alodokter. (2022, September 12).Prosopagnosia. https://www.alodokter.com/prosopagnosia.
- Meadows, J. C. (1974). The anatomical basis of prosopagnosia.Journal of Neurology, Neurosurgery, and Psychiatry, 37, hal. 489-501.
- Nilandari, A. (2018).Pelik. Yogyakarta: Bentang Belia.
- Siloam Hospitals. (2024, Agustus 22).Apa itu Prosopagnosia? Ini Penyebab, Gejala, dan Pengobatannya. Siloam Hospitals. https://www.siloamhospitals.com/informasi-siloam/artikel/apa-itu-prosopagnosia.
No responses yet