Siapkan perbekalanmu, kenyangkan rasa ingin tahumu!

Film "Laura" (2024): Ketangguhan, Hubungan, dan Dukungan Sosial

DC Buddies, tahu gak kalau film “Laura” (2024) ini diangkat dari kisah nyata? Ternyata film ini tuh diambil dari kisah seorang selebgram blasteran Hungaria-Indonesia, Laura Anna, yang mengalami kecelakaan bersama kekasihnya, Jojo (nama fiktif). Akibat kecelakaan tersebut, Laura menderita kelumpuhan akibat cedera tulang belakang, sementara Jojo hanya mengalami luka ringan. Hidupnya yang ceria sebagai influencer berubah drastis. Meski mendapat dukungan keluarga dan sahabat, hubungan Laura dan Jojo berujung konflik hingga akhirnya kandas. Film ini menggambarkan perjalanan hidup Laura dalam menghadapi tantangan pascakecelakaan. Kira-kira apa saja ya tantangan yang dihadapi Laura dan bagaimana cara mengatasinya? Yuk, simak sampai habis!

Mengenal Resilience dari Film Laura

Setelah kecelakaan yang menyebabkan kelumpuhan, Laura harus beradaptasi dengan kondisi barunya. Proses penerimaan diri dan perjuangannya mencerminkan konsep resilience dalam psikologi. Kira-kira apa ya resilience itu? Yuk, simak penjelasannya!

Menurut Egeland dkk, resilience adalah kapasitas untuk mempertahankan kemampuan, untuk berfungsi secara kompeten dalam menghadapi berbagai stressor kehidupan. Menurut Grotberg, resilience merupakan kemampuan untuk bertahan dan beradaptasi, serta kapasitas manusia untuk menghadapi dan memecahkan masalah setelah mengalami kesengsaraan. Menurut Reivich dan Shatte, resilience menggambarkan kemampuan individu untuk merespons trauma yang dihadapi dengan cara-cara sehat dan produktif. Secara umum, resilience ditandai oleh sejumlah karakteristik, yaitu: adanya kemampuan dalam menghadapi kesulitan, ketangguhan dalam menghadapi stres ataupun bangkit dari trauma yang dialaminya. DC Buddies, dalam film “Laura” ini karakter atau pemeran Laura menjadi simbol kekuatan dan keberanian. Mengajarkan kita bahwa meski kehidupan tidak selalu berjalan sesuai rencana, kita tetap harus terus perjuangan untuk melanjutkannya.

Dinamika Toxic Relationship

DC Buddies, dalam film ini juga menyoroti hubungan Laura dengan pasangannya, yang ditandai dengan manipulasi dan kurangnya tanggung jawab. Dalam psikologi, hubungan semacam ini dikenal sebagai Toxic Relationship. DC Buddies, ada yang tahu enggak nih apa itu Toxic Relationship? Menurut Lilian Glass, Toxic Relationship adalah bentuk hubungan yang tidak saling mendukung, terdapat konflik dimana salah satu diantaranya berusaha merusak yang lain, terdapat kompetisi, dan tidak ada rasa hormat. Dalam film ini Laura awalnya menyangkal tanda-tanda Toxic Relationship ini meskipun telah diperingatkan oleh teman dan keluarganya. Namun, pada akhirnya ia menyadari dan memilih untuk melepaskan diri demi kesejahteraan mentalnya.

Pentingnya Dukungan Sosial

DC Buddies, tahu enggak sih? Bahwa dukungan dari keluarga dan sahabat memainkan peran krusial dalam proses pemulihan Laura. Kehadiran mereka memberikan kekuatan emosional dan mental yang dibutuhkan untuk menghadapi masa-masa sulit. Menurut David & Oscar, hal ini sejalan dengan teori psikologi yang menyatakan bahwa dukungan sosial dapat meningkatkan kesejahteraan individu dan membantu dalam proses penyembuhan dari trauma. Dari film Laura, dapat kita lihat kalau keluarga dan sahabatnya selalu menemani dan memberikan support pada Laura yang mencoba untuk bangkit kembali dari kecelakaan yang ia alami sampai ia bisa berdamai dengan keadaan dirinya sendiri. Ternyata dukungan sosial itu penting banget ya, DC Buddies! Terutama untuk orang-orang yang sedang mengalami kesulitan, yang ingin sembuh dari traumanya. Memang tidak menyelesaikan masalah secara langsung, tapi dengan dukungan sosial ini, kita bisa membuat mereka merasa didengar dan memberikan kekuatan untuk mereka. Jadi, kalau DC Buddies punya teman yang mungkin sedang berada dalam kondisi yang sama, jangan lupa temani dan berikan support terbaik kalian ya!

Last but not least, setiap hal yang terjadi pasti selalu ada hikmah yang bisa diambil, sama seperti kisah Laura dalam film ini. Film ini mengajarkan kita tentang pentingnya kesehatan mental dan mencari bantuan profesional jika diperlukan. Bagi generasi muda DC Buddies yang sering terbuka tentang isu kesehatan mental, kisah Laura manjadi pengingat bahwa merawat kesehatan mental sama pentingnya dengan kesehatan fisik. Jadi DC Buddies, secara keseluruhan film “Laura” tidak hanya menyajikan kisah yang emosional, tetapi juga memberikan wawasan psikologis yang mendalam tentang ketangguhan, dinamika hubungan, dan pentingnya dukungan sosial dalam menhadapi cobaan hidup.

Referensi:

  • Hendriani, W. (2022).Resiliensi psikologi sebuah pengantar. Prenada Media.
  • Kumparan. (2024). Daftar Pemain Film Laura yang Diangkat dari Kisah Nyata. Diakses pada 22 Januari 2025 dari https://kumparan.com/profil-tokoh/daftar-pemain-film-laura-yang-diangkat-dari-kisah-nyata-23UzlTj41ud
  • Rif’ati, M. I., Arumsari, A., Fajriani, N., Maghfiroh, V. S., Abidi, A. F., Chusairi, A., & Hadi, C. (2018). Konsep dukungan sosial.Jurnal Psikologi Universitas Airlangga.
  • Vivi, R. A. (2020).Upaya Resiliensi Pada Remaja Dalam Mengatasi Toxic Relationship Yang Terjadi Dalam Hubungan Pacaran (Doctoral dissertation, IAIN Purwokerto).

TAGS

CATEGORIES

Artikel

No responses yet

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *