Siapkan perbekalanmu, kenyangkan rasa ingin tahumu!

Bukan 7 Keajaiban Dunia, Tapi 7 Fakta Menarik Seputar Cokelat: Seberapa Jauh DC Buddies “Mengenal” Cokelat?

Menghadiahkan cokelat untuk keluarga, teman, atau orang terkasih merupakan kebiasaan yang umum kita jumpai ketika memasuki hari ke-14 di bulan Februari. Secara internasional, hari itu dinobatkan sebagai hari kasih sayang. Adakah yang bisa menebaknya?

Congrats, DC Buddies, you just nailed it! Yeah, it’s not other than Valentine Day!

Apabila melihat sejarahnya yang panjang, pada dasarnya, memberikan cokelat hanyalah satu dari sekian banyak gestur ungkapan cinta yang berakar sejak Era Victoria. Hanya saja seiring berjalannya waktu, para pelaku bisnis melihat gestur-gestur tersebut sebagai potensi ekonomi yang besar. Dengan peran signifikan dari media massa, Hari Valentine kemudian berhasil dikapitalisasi oleh para pelaku bisnis, salah satunya dalam bidang kuliner seperti yang dilakukan oleh perusahaan cokelat ternama, Cadbury, pada abad ke-19. Jadi, bisa dibilang kebiasaan menghadiahkan cokelat di Hari Valentine merupakan produk kapitalisme, DC Buddies.

Namun gak heran, mengingat rasanya yang unik serta segudang manfaat yang ditawarkan, siapapun gak akan ragu memilih cokelat sebagai hadiah untuk orang tersayang. Carl von Lennè, seorang saintis dari Swedia, bahkan menamai pohon cokelat sebagai Theobroma Cacao, yang dalam bahasa Yunani berarti “Makanan para dewa”. Well then, DC Buddies baru saja membaca satu dari sekian banyak fakta menarik tentang cokelat. Mau tahu fakta-fakta menarik lainnya? Tenang, DC Buddies gak perlu repot-repot cari di internet, Minsi sudah siapkan 7 fakta menarik tentang cokelat dalam artikel ini. Now-now, go grab your drink of choice and suites yourself to read this copy, DC Buddies!

  • Kakao, Kokoa, dan Cokelat: Apa Bedanya?

DC Buddies pernah membaca sebaris kalimat berisi ketiga kata tersebut? Hati-hati ya, ketiga kata itu memiliki makna yang berbeda lho. Meskipun begitu, sebenarnya kokoa adalah bentuk pengejaan yang salah dari kata kakao. Awalnya, kakao merupakan terjemahan Spanyol untuk kata kakawatl dari Bahasa Nahuatl. Namun ketika kakao diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris, terjadi kesalahan ejaan yang menyebabkan kata kakao berubah menjadi kokoa.

Kini para produsen cokelat justru menggunakan ketiga istilah tersebut untuk menyebut objek yang berbeda. Kakao merujuk pada buah dan biji-bijian mentah yang sama sekali belum diolah. Kokoa adalah istilah yang digunakan untuk menyebut biji kakao yang telah melalui proses fermentasi, pengeringan, dan pemanggangan. Sementara cokelat adalah produk hasil olahan kokoa yang telah dicampurkan dengan bahan lain seperti gula, emulsifier, dan terkadang vanila. Sama-sama Bahasa Nahuatl, cokelat berasal dari kata xocolatl, xococ untuk pahit dan atl berarti air.

  • Suku Olmec Menjadi yang Pertama Mengkonsumsi Kokoa

Suku Olmec telah lebih dulu mengkonsumsi Kokoa sebelum Suku Maya dan Aztec. Suku Olmec biasanya menikmati kokoa dengan cara melarutkan bubuk kokoa dalam air, kemudian mencampurkan larutan tersebut dengan berbagai herba dan rempah pilihan.

  • Pernah Menjadi Alat Tukar Pada Masanya

Suku Maya dan tetangganya, Suku Aztec, sangat menghargai kakao karena khasiat yang terkandung di dalamnya. Hal ini menyebabkan kakao bernilai tinggi sebagai alat tukar, bahkan hingga sanggup mengalahkan emas dan perak lho, DC Buddies. Dahulu, kedua suku yang memiliki peradaban maju itu menggunakan biji kakao  untuk mendapatkan pakaian atau makanan.

  • Benarkah Cokelat Bermanfaat Bagi Kesehatan?

Jangan salah, DC Buddies, tidak semua cokelat bermanfaat bagi kesehatan, lho! Cokelat yang memiliki khasiat positif untuk tubuh adalah kategori dark chocolate, yaitu cokelat yang mengandung 70-80% kokoa. Sedangkan cokelat yang sering kita jumpai di mini market adalah kategori milk chocolate. Kandungan kokoa dalam milk chocolate biasanya hanya berkisar 10-40%. Sampai di sini DC Buddies sudah menemukan benang merahnya?

Well done, DC Buddies! Yang sebetulnya memberikan manfaat bagi kesehatan bukanlah cokelatnya, melainkan kokoa yang terkandung di dalam cokelat. Cokelat hanyalah cara yang digunakan untuk dapat mengkonsumsi kokoa dengan lebih baik. Cara itu sebenarnya adalah modifikasi bangsa Eropa terhadap kebiasaan minum xocolatl dari Suku Aztec. Akan sangat sulit menikmati kokoa tanpa campuran apapun selain air, sebab bubuk kokoa rasanya teramat pahit. Itulah yang menyebabkan Giromo Benzoni tidak menyukai xocolatl (hot chocolate) setelah mencobanya untuk pertama kali.

Kokoa kaya akan sumber mineral, antioksidan, zat besi, flavonoid, dan berbagai nutrisi lainnya. Meskipun konsumsi kokoa (terkait kandungan flavonoid-nya) seringkali disandingkan dengan kesehatan jantung dan peningkatan fungsi otak, studi menunjukkan bahwa peran flavonoid terhadap kedua kondisi tersebut hanyalah sementara. Kandungan flavonoid dalam kokoa tidak memberikan efek langsung untuk menurunkan risiko terjadinya serangan jantung atau mencegah demensia, DC Buddies.

  • Rahasia di Balik Cokelat yang Meleleh di Mulut

Pernah nggak DC Buddies cari tahu alasan kenapa cokelat yang kita konsumsi mudah meleleh di mulut? Mungkin sebagian besar DC Buddies sudah tahu ya jawabannya, tapi buat yang belum pun gak perlu khawatir, DC Buddies akan segera tahu setelah baca penjelasan singkat berikut.

Sebagai produk olahan, cokelat akan meleleh ketika dipanaskan pada suhu antara 86-90°F atau setara dengan 30-34°C. Angka tersebut berada di bawah rata-rata suhu tubuh manusia normal DC Buddies, biasanya suhu tubuh manusia berada di antara 36,5-37,2°C. Hal inilah yang memungkinkan cokelat untuk meleleh di mulut, atau ketika digenggam terlalu lama.

  • Cokelat Putih Bukan Cokelat

Setelah membaca penjelasan di atas, DC Buddies sudah tahu ‘kan bahwa kokoa adalah bahan utama dalam produksi cokelat? Nah, cokelat putih justru tidak menggunakan kokoa dalam produksinya, melainkan cocoa butter/lemak kokoa. Bahan lain yang digunakan dalam produksi cokelat putih yaitu, gula pasir, susu bubuk, dan vanila. Hal ini membuat cokelat putih tidak memiliki keunikan rasa dan warna yang dihasilkan oleh kokoa. Hayooo, siapa nih DC Buddies yang gemar makan cokelat tetapi bukan cokelat itu?

  • Cokelat Punya Hari Besarnya Sendiri, lho!

Tahukah DC Buddies bahwa 7 Juli diperingati sebagai Hari Cokelat Sedunia? Para ahli memperkirakan bahwa cokelat diperkenalkan secara luas ke Eropa pada 7 Juli tahun 1550. Untuk menandai hal tersebut, sejak penetapannya pada tahun 2009, 7 Juli terus dirayakan sebagai Hari Cokelat Sedunia. Masyarakat di negara-negara yang banyak mengkonsumsi cokelat seperti Swiss, Austria, dan Jerman merayakan hari tersebut dengan menikmati cokelat dalam berbagai bentuk dan olahan. Mereka menjadikan hari tersebut untuk memuaskan rasa suka mereka terhadap cokelat.

Itu dia 7 fakta menarik tentang cokelat yang sudah Minsi rangkum. Menurut DC Buddies, fakta keberapa yang paling menarik?

Anyway, selamat menikmati cokelat dari keluarga, teman, atau orang terkasih ya, DC Buddies! Jangan lupa untuk menyimpan cokelat yang tersisa dengan benar. DC Buddies bisa membungkusnya menggunakan plastik atau diletakkan dalam wadah kedap udara kemudian dimasukkan ke dalam lemari pendingin. Hal ini perlu dilakukan untuk mencegah cokelat terkontaminasi oleh udara di sekitarnya, DC Buddies, sebab cokelat dapat menyerap aroma selayaknya spons menyerap air lho. Gak mau ‘kan nantinya DC Buddies memakan cokelat rasa wortel? Hihihi, that’s it, satu lagi fakta menarik yang DC Buddies dapatkan, anggap saja bonus ya, DC Buddies ;))

Referensi

  • Aldi, N. (2023,Februari 6). 14 Februari Diperingati Sebagai Hari Valentine, Sejak Kapan?. Detikcom. https://www.detik.com/sumut/berita/d-6553075/14-februari-diperingati-sebagai-hari-valentine-sejak-kapan
  • Bella, A. (2023, Maret 13).Memahami Suhu Tubuh dan Cara Mengukurnya. Alodokter. https://www.alodokter.com/memahami-suhu-tubuh
  • Coe, S. D., & Coe, M. D. (2013).The True History of Chocolate 3rd Edition. Thames & Hudson.
  • DesignDash. (2024, Februari 12).WHY DO WE GIVE CHOCOLATE ON VALNETINE’S DAY? THANK THE VICTORIANS. https://designdash.com/wellness/mindset/why-do-we-give-chocolate-on-valentines-day-thank-the-victorians/
  • Demarest, A. A. (2018, November 19).10 things you probably didn’t know about chocolate. Business Insider. https://www.businessinsider.com/chocolate-fun-facts-2018-11
  • Harvard Public Health. (2014, Februari 1).Chocolate: Pros and cons of this sweet treat. https://www.health.harvard.edu/heart-health/chocolate-pros-and-cons-of-this-sweet-treat
  • iRely. N.D.6 Surprising Facts About Cocoa. https://irely.com/6-surprising-facts-about-cocoa/
  • Jogja Culinary School. (2021, Oktober 30).Jenis-jenis Cokelat Yang Wajib Kamu Tau, Biar Enggak Salah Pilih. https://jogjaculinaryschool.com/jenis-jenis-coklat-yang-wajib-kamu-tau-biar-enggak-salah-pilih/
  • Sprout. N.D.World Chocolate Day: When is it and how to celebrate. https://sproutsocial-com.translate.goog/social-media-holidays/world-chocolate-day/?_x_tr_sl=en&_x_tr_tl=id&_x_tr_hl=id&_x_tr_pto=tc
  • Tastemade. N.D.7 Things You Didn’t Know About Chocolate. https://www.tastemade.com/articles/7-things-you-didnt-know-about-cocoa/

TAGS

CATEGORIES

Artikel

No responses yet

    Tinggalkan Balasan

    Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *