Manipulasi Emosional dari Kasus Agus 'Buntung'
Belakangan ini, sebutan Agus ‘Buntung’ sedang marak dibicarakan oleh publik. I Wayan Agus Suartama (22) merupakan seorang penyandang disabilitas tuna daksa asal Nusa Tenggara Barat (NTB). Ia ditetapkan sebagai tersangka atas pelecehan yang menimpa belasan wanita.
Kasus ini menjadi sorotan netizen karena skeptis bagaimana seorang disabilitas bisa melakukan kejahatan seksual. Pernyataan Agus seperti,“Saya BAB saja dibantu orang tua,” membuat sebagian orang berpikir bahwa korban hanya mengkambinghitamkan Agus. Namun, setelah melalui proses penyelidikan yang panjang, terbukti bahwa Agus memang benar-benar bersalah. Pemilikhomestay tempat Agus melakukan aksinya juga memberi keterangan bahwa Agus kerap kali membawa perempuan yang berbeda-beda setiap kali berkunjung. Sehingga, Netizen yang sempat bersimpati pada Agus kini berbalik menjadi kecaman karena perbuatan yang dilakukannya.
Bagaimana Agus Melakukan Kejahatan?
Salah satu pertanyaan yang muncul adalah bagaimana Agus, dengan keterbatasan fisiknya, mampu melakukan pelecehan seksual? Berdasarkan keterangan polisi dan pengakuan korban, Agus menggunakan manipulasi emosional yang terencana.
Ia sering menceritakan kisah hidupnya yang penuh kesulitan, termasuk keinginan untuk bunuh diri. Kisah-kisah ini membangkitkan simpati para korban, membuat mereka ingin membantu.
Setelah mendapatkan kepercayaan, Agus mengubah pendekatannya menjadi ancaman. Ia menakut-nakuti korban dengan mengatakan bahwa ia akan membongkar “aib” mereka jika tidak memenuhi keinginannya dan akhirnya dinikahkan. Korban yang terjebak dalam situasi ini sering kali merasa takut untuk melawan atau melapor, karena tekanan psikologis yang begitu besar.
Apa itu Manipulasi Emosional?
American Psychological Association (APA) mendefinisikan manipulasi sebagai perilaku yang berusaha menggunakan, mengendalikan, dan mempengaruhi orang lain untuk kepentingannya sendiri.
Manipulasi adalah ketika seseorang (manipulator) biasanya menggunakan permainan pikiran untuk merebut kendali dalam suatu hubungan. Tujuan utamanya adalah untuk mengendalikan orang lain dan mendapatkan apa yang diinginkannya.
Apa saja ciri-ciri perilaku manipulatif?
Berikut adalah beberapa pola perilaku manipulatif yang umum terjadi:
- Melebih-lebihkan dan generalisasi
Manipulator mungkin mengatakan hal-hal seperti, “Tidak ada yang pernah mencintai saya.” untuk mempersulit korban untuk melihat celah dalam argumen mereka.
- Gaslighting
Taktik ini digunakan oleh para manipulator untuk membingungkan korban dan membuat korban mempertanyakan realitas korban sendiri. Misalnya, menyangkal pelecehan yang terjadi meski ada bukti jelas.
- Perasaan Bersalah dan Simpati
Rasa bersalah adalah emosi yang mudah dirasakan oleh banyak orang. Para manipulator memanfaatkan kepekaan ini. Mereka tahu bahwa membuat korban merasa bersalah akan membuat mereka lebih mungkin mendapatkan apa yang mereka inginkan.
- Victim-Blaming
Seorang manipulator juga umumnya sangat pandai memutarbalikkan fakta. Manipulator emosional pandai mengubah kenyataan dengan kebohongan, penipuan, atau kesalahan persepsi untuk membingungkan atau menyalahkan korban ketika sesuatu terjadi.
Bagaimana dampak manipulasi?
Korban pelecehan seksual dalam kasus ini mengalami trauma yang mendalam. Mereka menghadapi perasaan malu, bersalah, dan ketakutan akan stigma sosial. Banyak yang bertanya-tanya dalam hati, “Mengapa saya tidak melawan?” atau “Apakah ini kesalahan saya?”
Gejala seperti kecemasan, depresi, danpost-traumatic stress disorder (PTSD) sering dialami oleh korban pelecehan seksual. Proses pemulihan mereka membutuhkan dukungan emosional dan profesional yang berkelanjutan.
Kasus Agus ‘Buntung’ mengajarkan kita untuk tidak langsung menyalahkan atau meremehkan korban pelecehan seksual. Di balik setiap laporan, ada trauma yang nyata dan kompleksitas psikologis yang perlu dipahami. Dengan mendukung korban dan menyoroti manipulasi yang dilakukan pelaku, kita dapat menciptakan masyarakat yang lebih peduli dan responsif terhadap kejahatan semacam ini.
Referensi
- Antara News. (2024). Mengenal manipulasi emosi dan cara menghadapinya. Diakses pada 28 Desember 2024, dari https://www.antaranews.com/berita/4532002/mengenal-manipulasi-emosi-dan-cara-menghadapinya
- Tribunnews. (2024). Agus Buntung terbukti lecehkan 15 wanita di Mataram, kini jadi tahanan rumah, minta damai ke korban. Diakses pada 28 Desember 2024 dari https://banjarmasin.tribunnews.com/2024/12/11/agus-buntung-terbukti-lecehkan-15-wanita-di-mataram-kini-jadi-tahanan-rumah-minta-damai-ke-korban
- Viva.co.id. (2024). Korban ceritakan modus Agus Buntung lecehkan wanita pakai jurus. Diakses pada 28 Desember 2024, dari https://www.viva.co.id/trending/1780357-korban-ceritakan-modus-agus-buntung-lecehkan-wanita-pakai-jurus?page=1
- WebMD. (2024). Signs of manipulation. Diakses pada 28 Desember 2024, dari https://www.webmd.com/mental-health/signs-manipulation
No responses yet